Juarai Pemilihan Mahasiswa Berprestasi di Malaysia, PK Bapas Pontianak Berharap Bisa Menginspirasi

01

Pontianak - Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Ahli Pertama Balai Pemasyarakatan (Bapas) Pontianak, Wahyu Saefudin terpilih menjadi Juara 2 dalam ajang PPIM Awards 2021, pada kategori postgraduate (19/12). PPIM Awards 2021 merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia Malaysia (PPIM). PPIM Awards bertujuan mendorong mahasiswa Indonesia memiliki semangat berprestasi di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

PPIM Awards juga dilaksanakan dalam rangka memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang mempunyai prestasi di berbagai kategori. Selain itu, mampu mendorong mahasiswa untuk mengembangkan budaya kerja yang kreatif, inovatif, dan berdampak. Adapun tema dalam kegiatan ini adalah “Bangun Prestasi, Sebarkan Inspirasi.

PPIM Awards 2021 diselenggarakan melalui empat tahapan, yaitu pendaftaran dan seleksi berkas; pembuatan video dan pembekalan; essay dan wawancara; serta focus group discussion. Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 3 Oktober hingga pengumuman pada 19 Desember 2021.

02

(Gambar 1. Alur Seleksi)

Pada tahap seleksi administrasi, Wahyu mengirimkan portofolio dan video pendek yang berisi berbagai aktivitas dan penghargaan yang pernah diraih olehnya. Video tersebut dapat ditonton pada channel YouTube di bawah ini.

https://youtu.be/A5w2j_gZ8io

Menurut Wahyu penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas berbagai kegiatan yang telah dilakukan pada masyarakat. “Saya melihat bahwa apa yang sudah dan telah kami laksanakan, baik secara individu, komunitas, organisasi, maupun instansi sudah berdampak positif pada masyarakat. Kemudian, dampak tersebut dapat terlihat dan dirasakan juga. Barangkali ini yang menjadi pertimbangan dewan juri dalam memberikan penilaian.”

Sementara itu, dalam tahapan penulisan esai, Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Pertama Bapas Pontianak ini, menulis judul Peran Karang Taruna sebagai Katalisator dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Bidang Pendidikan.” Esai tersebut juga menjadi bahan dalam pelaksanaan wawancara di tahap ketiga yang berlangsung pada 21 November 2021.

Tahap terakhir adalah pelaksanaan focus group discussion dengan sesama finalis yang berasal dari berbagai universitas di Malaysia. Pada tahapan ini para finalis diberikan pertanyaan seputar kontribusi pemuda menuju SDGs 2030 yang meliputi bidang pendidikan; pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi; serta industri, inovasi, dan infrastruktur.

03

(Gambar 2. Pelaksanaan FGD)

Atas capaiannya, Iwan Darmawan, Kepala Bapas Pontianak yang dihubungi secara terpisah menyampaikan apresiasinya atas raihan prestasi dari bawahannya.

“Alhamdulillah, ini prestasi yang membanggakan untuk Kemenkumham dan Kanwil Kemenkumham Kalbar, dan khususnya Bapas Pontianak. Kami semua bangga atas torehan prestasi Mas Wahyu.”

Ketika ditanya soal harapannya, Wahyu ingin agar apa yang telah dilakukannya dapat memberikan inspirasi bagi ASN lain untuk terus menunjukkan prestasi di berbagai bidang.

“Saya sangat bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Harapannya apa yang sudah saya peroleh dapat menjadi inspirasi bagi ASN lain sehingga pada muaranya dapat memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat. Saya melihat penghargaan ini sebagai keberhasilan UPT, Kantor Wilayah, maupun Kementerian secara lebih luas lagi dalam memberikan kesempatan pada pegawai untuk terus tumbuh dan berinovasi.” Pungkasnya.

Untuk diketahui, Wahyu merupakan sosok yang mempunyai banyak prestasi di berbagai bidang. Pada 2021 Ia diterpilih menjadi The Best Innovation Winner dalam kegiatan Internasional Symposium on Prison and Reform System, di Malaysia. Pada 2019 Wahyu pernah menjuarai lomba esai tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga. Pada 2020 Wahyu juga berhasil terpilih menjadi Top 10 The Future Leader dalam Anugerah ASN dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Anugerah ASN merupakan penghargaan tertinggi bagi ASN di seluruh Indonesia.


Cetak   E-mail